Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-08 11:27:37【Kabar Kuliner】385 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(9135)
Artikel Terkait
- PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi
- Ekonomi TW
- Kalteng pastikan dukungan penuh keberlangsungan program Sekolah Rakyat
- DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
- 526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman
- SPPG Polda Maluku kawal mutu dan ketepatan distribusi MBG ke sekolah
- SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- Menteri PU tinjau pembangunan floodway atasi banjir di Medan
- BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi
Resep Populer
Rekomendasi

SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG

Polda Kepri uji kualitas makanan bergizi gratis tiap hari

Menkopolhukam serahkan tali asih ke tokoh masyarakat di Jayapura

Suasana ceria di SMPN 2 Maos saat Makan Bergizi Gratis tiba

Khawatir ada sabotase, MPSI minta aparat telusuri jaringan dapur MBG

BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar

Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital

BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan